Asal Usul Bingkisan Sidang Skripsi

Pernah melihat mahasiswa yang menenteng bungkusan buesar-buesar saat akan sidang skripsi? Ya, itu adalah bingkisan yang disediakan untuk dosen penguji. Jumlah bingkisannya pasti tiga. Ternyata awal mulanya tidak ada yang seperti itu.

Informasi ini saya dapatkan dari Ibu Endang, dosen spesialisasi sastra di PBSI. Saat nongkrong di ruang dosen PBSI bersama beberapa teman yang agak gila Bu Endang bercerita tentang asal-muasal bingkisan untuk dosen saat sidang. Beliau bercerita tentang bingkisan karena saya disuguhi kue dari bingkisan tersebut.

Berdasar kisah dari Bu Endang, awal mula adanya bingkisan adalah ketika ada alih program alias melanjutkan dari D3 ke Akta 4 alias S1. Mahasiswa yang menempuh Akta 4 ujiannya pasti setelah dhuhur dan setiap harinya rata-rata ada 3-4 mahasiswa yang sidag. Oleh karena itu, dosen mengusulkan agar salah satu mahasiswa yang sidang memberikan makan siang untuk dosen karena tidak sempat istirahat untuk makan di luar.

Jadi, jika ada tiga mahasiswa yang ujian pada hari yang sama maka ketiga mahasiswa ini patungan untuk membelikan makan siang untuk dosen penguji. Seiring perkembangan waktu, tidak lagi patungan tapi masing-masing mahasiswa memberikan makan kepada dosen penguji karena rentang waktu yang tidak bersamaan dan dosen yang berbeda. Berkembang lagi akhirnya ada yang memberikan bingkisan sebagai tanda terima kasih dan diikuti oleh mahasiswa yang lain.

Menurut Bu Endang, hal ini sah-sah saja jika ingin memberikan ucapan terima kasih kepada dosen yang telah membimbing selama kuliah khususnya saat penyelesaian tugas akhir (skripsi). Tapi, bingkisan tersebut sama sekali tidak berpengaruh terhadap nilai sidang skripsi yang diberikan oleh penguji karena memang bingkisan diberikan setelah sidang selesai dan nilai sudah ketok palu.

Hal ini akan bermasalah jika, maha-siswa yang keadaan ekonominya termasuk sulit, mengada-adakan (alias mekso) mem-berikan bingkisan. Tentu hal ini akan memberatkan mahasiswa yang bersang-kutan. Mau tidak memberi sudah kadung jadi tradisi, mau memberi apa yang akan diberikan? Jadi serba sulit.

Kurang lebih begitu yang dituturkan oleh Bu Endang kepada saya dan teman-teman yang waktu itu mendengarkan dengan takzim sambil ngrikiti kue kering di ruang kaprodi. Hehehe.

Menurut pendapat saya, maaf jika salah, seakan-akan mahasiswa itu mau menyogok dosen penguji. Bahkan menurut Bu Endang, pernah ada mahasiswa yang memberikan kain dan sarung mahal bagi dosen penguji. Aneh bin ajaib.

 

Asal Usul alias Usul sing Asal-Asalan

Mungkin melihat fenomena yang demikian inilah Kaprodi Pendidikan Biologi membuat surat keputusan yang melarang mahasiswa yang sidang untuk memberikan bingkisan kepada dosen penguji. Yang diperbolehkan hanya memberikan makanan dan minuman pada saat menguji saja. Saya berharap hal demikian juga berlaku di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Saya juga punya saran bagi teman-teman yang hendak sidang skripsi, karena ini adalah asal usul alias usul yang asal-asalan. Kalau mau memberikan hadiah alias bingkisan bagi dosen harusnya yang unik dan menarik dan membawa lokalitas. Kalau kebetulan biaya kuliah kita dari hasil tembakau, coba dibingkai daun tembakau dan diberi catatan dibawahnya, bukankah akan unik dan berkesan? Kalau biaya kuliah kita dari singkong, ya jangan dibingkai itu singkong, tapi antarkan ke rumah dosen agar tidak menyulitkan dosen untuk membawanya. Jika punya hobi dan bisa menggambar, bisa saja membuat karikatur dosen yang menarik tentu akan lebih berkesan bukan? Catatannya, kalau hasil gambar masih jelek jangan coba-coba membuat karikatur dosen, bisa-bisa wajah dosen digambarkan berantakan. Jika begitu nilai yang sudah bagus bisa-bisa diubah menjadi jelek dan jika sudah jelek aka berubah menjadi lebih jelek lagi. Hehehe.

Sekali lagi ini asal usul dan usul asal. Maaf jika ada kesalahan akibat keasalan ini. Pertanyaannya: apa yang akan kau berikan saat sidang skripsi kelak?***

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s